Sriiiiing…. Hai hai hai, ketemu
lagi sama adventure nya aku. Kali ini aku ke gunung Andong. Gunung yang tidak
terlalu gunung. Halah -____- ya sih, lumayan pendek. Cuman 1 jam-an. 1726 mdpl.
Gunung Andong ini emang lagi ng tren buat pendaki musiman. Halah. Gunung
eksotis ini punya 3 puncak. Iya eksotis, dia punya bentuk tubuh yang meliuk
liuk. Ihiw. 1 puncak paling rendah nya ada makam dan ada sumber airnya. Tapi
kita nggak lewat jalur yang itu. Kita lewat jalur yang satunya. Katanya lebih
menantang. Kali ini rombongan kita berjumlah 7 orang. Aku, Delvia, Dista,
Dimas, Zaka, Zoga sama Angga.
Perjalanan kita mulai dari Musuk,
Boyolali. Iya rumahku. Kita janjian ngumpul di Tumang, sedangkan aku nggatau
jalan ke Tumang. Hfff teman-temanku ini emang pada juhut. Aku nggatau jalan
suruh jemput aja nggak ada yang mau. Akhirnya aku ke blasuk blasuk tak tau arah
jalan pulang, aku tanpamu kebul damri. Halah. Walaupun pada akhirnya aku di
jemput sama Dimas.
Udah enak-enak aku bawa tas kecil
nggak terlalu berat, eh sampe sini tasku dimasukkin barang barang yang beratnya
minta ampun. Kurang perkasa apa cobak? Dari Tumang ke basecamp Andong ini
sekitar 1,25 jam. Kita berangkat sore.
Dan tiba di basecamp jam 7. Habis isya kita mulai perjalanan.
Ekspektasi aku, perjalanan ini
bakalan enteng. Dan surprise nya….. berat banget coy !!! nggatau kenapa dari
gunung-gunung yang pernah aku daki (ya kalik baru 2) ini yang paling berat.
Mungkin karna malam hari, dan medannya yang nanjak terus dan licin karna lagi
musim hujan.
Asik tuh si Delvia, beban
hidupnya di bawain orang lain. Sedangkan aku berjalan tertatih-tatih. Viewnya
keren, lampu lampu gitu.
Tak lama kemudian, gemerlap cahaya dibawah mulai pudar tertutupi kabut nakal… tes tes tes, gerimis mulai membasuh keringat kami…. Sesampainya di pos 1 Angga, Dista sama Dimas memilih jalan duluan buat diriin tenda melihat kondisi Aku dan Delvia yang begitu mengenaskan. Hiks, tiap lima langkah kita memilih untuk break. Nggakpapalah ya, yang penting sampe puncak -____- sampai pada akhirnya setelah kita berhasil melewati pos 2 agak jauh, ada rombongan mas mas yg nungguin rombongan kita dan kata-kata yang aku harapkan selama ini akhirnya pun keluar “ada barang yang mau dibawain” oh Tuhaaaaaan ini benar-benar suara malaikat. Aku terharu gaes :’)) akhirnya beban hidupku hilang juga
.
Tak lama kemudian, gemerlap cahaya dibawah mulai pudar tertutupi kabut nakal… tes tes tes, gerimis mulai membasuh keringat kami…. Sesampainya di pos 1 Angga, Dista sama Dimas memilih jalan duluan buat diriin tenda melihat kondisi Aku dan Delvia yang begitu mengenaskan. Hiks, tiap lima langkah kita memilih untuk break. Nggakpapalah ya, yang penting sampe puncak -____- sampai pada akhirnya setelah kita berhasil melewati pos 2 agak jauh, ada rombongan mas mas yg nungguin rombongan kita dan kata-kata yang aku harapkan selama ini akhirnya pun keluar “ada barang yang mau dibawain” oh Tuhaaaaaan ini benar-benar suara malaikat. Aku terharu gaes :’)) akhirnya beban hidupku hilang juga
.
Hap hap hap. Kita sampai puncak
juga. Aku sama Delvia langsung masuk tenda, sedangkan para lelaki maco baru
ngediriin tenda yang di bawa Zaka. Tenda udah jadi… byurrrr hujan deras dan
angin yang sangat kencang menerpa gubug mungil kami. Badaiiiii karna memang di
puncak Andong ini tidak ada pepohonan sama sekali. Jadi angin hujan yang kita
rasakan begitu nyata.
![]() |
| Puncak Andong |
Aku yang sudah benar-benar capek
pun terlelap dalam mimpi indahku. Keesokan harinya, kita dapet sunrise tapi
agak berkabut. Mayanlaaah.
Hari ini aku beri judul “Melodi Perut Aku” asli laper banget gaes. Mana masaknya pada lama. Hufet. Gaya-gayaan pada bakar bakar sama bikin sup. Enak sih.. hehe. Oke udah kenyang kita lanjut muncak paling tinggi.
![]() |
| Sunrise Andong |
Hari ini aku beri judul “Melodi Perut Aku” asli laper banget gaes. Mana masaknya pada lama. Hufet. Gaya-gayaan pada bakar bakar sama bikin sup. Enak sih.. hehe. Oke udah kenyang kita lanjut muncak paling tinggi.
Tapi kita nggak ke puncak
satunya, ke makam. Kita memilih untuk balik ke tenda mengingat ini hari jumat
dan para calon imam harus menunaikan ibadah sholat jumat. Kita packing dan
turun.
Fyuuuuh ini extreme moment banget
deh buat badainya Andong. Kapan kapan pengen balik lagi. Hihi :D



Tidak ada komentar:
Posting Komentar