Jumat, 30 Januari 2015

Eksotisme Gunung Andong

Sriiiiing…. Hai hai hai, ketemu lagi sama adventure nya aku. Kali ini aku ke gunung Andong. Gunung yang tidak terlalu gunung. Halah -____- ya sih, lumayan pendek. Cuman 1 jam-an. 1726 mdpl. Gunung Andong ini emang lagi ng tren buat pendaki musiman. Halah. Gunung eksotis ini punya 3 puncak. Iya eksotis, dia punya bentuk tubuh yang meliuk liuk. Ihiw. 1 puncak paling rendah nya ada makam dan ada sumber airnya. Tapi kita nggak lewat jalur yang itu. Kita lewat jalur yang satunya. Katanya lebih menantang. Kali ini rombongan kita berjumlah 7 orang. Aku, Delvia, Dista, Dimas, Zaka, Zoga sama Angga.

Perjalanan kita mulai dari Musuk, Boyolali. Iya rumahku. Kita janjian ngumpul di Tumang, sedangkan aku nggatau jalan ke Tumang. Hfff teman-temanku ini emang pada juhut. Aku nggatau jalan suruh jemput aja nggak ada yang mau. Akhirnya aku ke blasuk blasuk tak tau arah jalan pulang, aku tanpamu kebul damri. Halah. Walaupun pada akhirnya aku di jemput sama Dimas.

Udah enak-enak aku bawa tas kecil nggak terlalu berat, eh sampe sini tasku dimasukkin barang barang yang beratnya minta ampun. Kurang perkasa apa cobak? Dari Tumang ke basecamp Andong ini sekitar  1,25 jam. Kita berangkat sore. Dan tiba di basecamp jam 7. Habis isya kita mulai perjalanan.

Ekspektasi aku, perjalanan ini bakalan enteng. Dan surprise nya….. berat banget coy !!! nggatau kenapa dari gunung-gunung yang pernah aku daki (ya kalik baru 2) ini yang paling berat. Mungkin karna malam hari, dan medannya yang nanjak terus dan licin karna lagi musim hujan.

Asik tuh si Delvia, beban hidupnya di bawain orang lain. Sedangkan aku berjalan tertatih-tatih. Viewnya keren, lampu lampu gitu.


Tak lama kemudian, gemerlap cahaya dibawah mulai pudar tertutupi kabut nakal… tes tes tes, gerimis mulai membasuh keringat kami…. Sesampainya di pos 1 Angga, Dista sama Dimas memilih jalan duluan buat diriin tenda melihat kondisi Aku dan Delvia yang begitu mengenaskan. Hiks, tiap lima langkah kita memilih untuk break. Nggakpapalah ya, yang penting sampe puncak -____- sampai pada akhirnya setelah kita berhasil melewati pos 2 agak jauh, ada rombongan mas mas yg nungguin rombongan kita dan kata-kata yang aku harapkan selama ini akhirnya pun keluar “ada barang yang mau dibawain” oh Tuhaaaaaan ini benar-benar suara malaikat. Aku terharu gaes :’)) akhirnya beban hidupku hilang juga

.
Hap hap hap. Kita sampai puncak juga. Aku sama Delvia langsung masuk tenda, sedangkan para lelaki maco baru ngediriin tenda yang di bawa Zaka. Tenda udah jadi… byurrrr hujan deras dan angin yang sangat kencang menerpa gubug mungil kami. Badaiiiii karna memang di puncak Andong ini tidak ada pepohonan sama sekali. Jadi angin hujan yang kita rasakan begitu nyata.

Puncak Andong

Aku yang sudah benar-benar capek pun terlelap dalam mimpi indahku. Keesokan harinya, kita dapet sunrise tapi agak berkabut. Mayanlaaah.

Sunrise Andong

Hari ini aku beri judul “Melodi Perut Aku” asli laper banget gaes. Mana masaknya pada lama. Hufet. Gaya-gayaan pada bakar bakar sama bikin sup. Enak sih.. hehe. Oke udah kenyang kita lanjut muncak paling tinggi.


Tek tok tek tok ngeeeeeng. 15menit kita sampai.

Puncak Andong

Tapi kita nggak ke puncak satunya, ke makam. Kita memilih untuk balik ke tenda mengingat ini hari jumat dan para calon imam harus menunaikan ibadah sholat jumat. Kita packing dan turun.

Fyuuuuh ini extreme moment banget deh buat badainya Andong. Kapan kapan pengen balik lagi. Hihi :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar